Apa Itu Stress: Penyakit Umum Dunia Modern - KolomSehat

Apa Itu Stress: Penyakit Umum Dunia Modern

Apa itu Stress?

apa itu stress

Apakah anda merasakan cemas, mudah marah, dan gelisah? Apakah anda kesulitan berkonsentrasi? Apakah anda pelupa? Apakah anda merasakan kekhawatiran berlebihan dan susah tidur di malam hari?

Jika jawaban anda adalah “Ya” pada semua pertanyaan di atas, anda kemungkinan sedang mengalami stress, salah satu penyakit yang sangat umum saat ini. Jadi, apa itu stress? Stress didefinisikan sebagai cara tubuh untuk untuk mengatasi tekanan dari dunia sekitar kita. Ketika berada dalam ancaman, tubuh merespon dengan mengeluarkan hormon katekolamin atau hormon stress. Hormon ini merangsang organ-organ utama yang memberi kesiapan bagi seseorang untuk melawan dan lari atau menghindari ancaman (masalah).

Stress tidak hanya membuat seseorang gugup, tegang, dan lelah. Stress juga berefek pada fisik, di antaranya adalah keriput pada kulit. Pada tingkat tertentu, stress dapat mengakibatkan beberapa jenis penyakit kronis.

Ada dua jenis stress: stress jangka pendek dan stress jangka panjang. Stress jangka pendek memiliki gejala seperti sakit kepala atau migren, sesak atau tegang pada bagian bahu/pundak, mual atau pusing-pusing, susah berkonsentrasi saat melakukan pekerjaan atau aktivitas ringan, mudah tersinggung dan moody. Semua itu adalah gejala awal dan ringan pada stress. Stress jangka panjang berpengaruh pada tubuh dengan dampak munculnya penyakit tertentu. Ini disebabkan karena sistem kekebalan tubuh menurun saat mengalami stress dalam jangka panjang. Penyakit-penyakit tersebut di antaranya adalah masuk angin atau flu, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, kanker, dan lain-lain. Penyakit-penyakit tersebut hanyalah beberapa contoh dari resiko stress jangka panjang lainnya.

Jenis-jenis Stress

Boleh percaya atau tidak, stress sebenarnya dibutuhkan oleh kita. Stress adalah faktor penting yang memberikan kontribusi pada pengoptimalan pekerjaan yang kita lakukan dan juga kegagalannya. Kita tidak bisa berfungsi secara efektif tanpa stress dalam level tertentu. Tipe stress yang positif atau baik disebut sebagai Eustress, istilah ini pertama kali digunakan oleh Hans Selye, ahli endokrinologi. Tipe stress negatif atau buruk disebut Distress, atau singkatnya lebih kita kenal sebagai stress.

Efek dari Stress

Banyak efek samping stress bermunculan saat kita mencoba menangani suatu masalah di luar kemampuan tubuh kita. Stress sendiri sebenarnya adalah akibat atau ekses dari “kinerja yang berlebihan” atau “terlalu banyak” yang kemudian berefek pada tubuh, kesehatan, dan yang paling dirasakan adalah pada kesehatan mental dan emosional kita. Berikut adalah beberapa poin penting mengenai stress untuk melihat tingkat stress yang anda alami dan bagaimana stress mempengaruhi kesehatan tubuh:

  1. Orang dengan tanggungjawab (peran, pekerjaan, tugas) tinggi lebih rentan terhadap stress.
  2. Cara orang menghadapi stress berbeda-beda dan efek sampingnya pun juga berbeda-beda.
  3. Ada banyak penyebab stress, masing-masing orang memiliki keunikan penyebab stress.
  4. Ada banyak cara untuk menghadapi stress.

Bagaimana Stress Mempengaruhi Tubuh?

Ketika anda mengalami stress, tubuh ada pada kondisi “melawan atau lari!”. Anda mungkin akan menemui beberapa gejala berikut:

  • Peningkatan denyut jantung
  • Peningkatan tekanan darah
  • Keringat berlebih
  • Nafas menjadi berat dan cepat
  • Menurunnya fungsi kekebalan tubuh dan sistem pencernaan
  • Sakit kepala
  • Sembelit (konstipasi) atau diare
  • Ulkus (luka pada bagian lambung)
  • Jerawat
  • Gatal-gatal
  • Lebih sering mengalami flu atau masuk angin

Baca: Gejala Fisik Yang Mengindikasikan Stress

Berikut adalah beberapa resiko penyakit yang mungkin muncul apabila stress terjadi dalam jangka panjang dan kronis, sebagian juga termasuk beberapa poin di atas:

Gangguan Kesehatan Mental

Kecemasan dan depresi bisa jadi merupakan efek buruk/lanjutan dari stress kronis (parah). Kecemasan memiliki beberapa bentuk, dari kecemasan umum hingga serangan panik. Kecemasan bisa berkembang menjadi sangat parah dan melumpuhkan. Faktor-faktor potensial pada gangguan kecemasan sebagian besar adalah karakter penderita dan lingkungannya sendiri seperti temperamen, cara asuh, pengaruh teman sebaya, tekanan sosial, dan peristiwa-peristiwa kehidupan yang memberikan tekanan besar. Kecemasan kemudian bisa berkembang menjadi lebih spesifik, salah satunya adalah fobia.

Insomnia

Ketidakmampuan seseorang untuk tidur bisa disebabkan oleh stress. Memikirkan pekerjaan hingga berlebihan serta situasi, tanggungjawab, dan masalah kehidupan yang berat dapat menurunkan kemampuan tidur anda. Mekanisme perlindungan tubuh menjaga adrenalin tetap mengalir di saat kita menghadapi bahaya atau ancaman. Masalah insomnia bisa terjadi dalam beberapa hari hingga berbulan-bulan, dan uniknya, gangguan susah tidur ini juga bisa muncul di saat kita mengalami kegembiraan berlebihan.

Luka Lambung (Ulkus, Maag)

Luka lambung bisa dikaitkan dengan stress. Ketika tubuh dalam kondisi tertekan dan harus memilih untuk “melawan atau lari”, semua energi ditarik dari pencernaan sehingga proses pencernaan tidak terjadi dengan layak. Ketika kita dalam kondisi sangat tertekan, tubuh memproduksi terlalu banyak asam lambung yang dapat melukai lapisan lambung, bahkan bisa melukai lapisan organ lainnya seperti usus.

Migren dan Sakit Kepala

Migren berkaitan dengan stress. Saat kita sedang stres, kita lebih rentan terhadap pemicu-pemicu sakit migren atau sakit kepala.

Kanker

Ada pendapat bahwa stress dalam jangka panjang dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh, dan sistem kekebalan tubuh yang lumpuh dapat memicu tumbuhnya kanker. Setiap orang mengalami dan mengatasi stress dengan cara berbeda-beda, oleh karena itu memang belum bisa dibuktikan 100% bahwa stress secara langsung dapat mengakibatkan kanker. Namun demikian, orang yang mengalami stress cenderung melakukan hal-hal yang termasuk gaya hidup buruk, seperti lari ke alkohol dan rokok, sehingga kemudian dapat meningkatkan resiko menderita penyakit kronis, di antaranya adalah kanker.

Penyakit Kronis Lain

Penelitian menunjukkan bahwa sifat seseorang yang menunjukkan sikap permusuhan, agresif, dan mudah marah cenderung dikaitkan dengan penyakit jantung. Stress kronis yang berkepanjangan memiliki kontribusi terhadap perkembangan penyakit jantung, kolesterol tinggi dan stroke.

Jika memang anda tidak bisa mengubah lingkungan dan dunia yang kini memang penuh dengan tekanan berat, anda tetap bisa sehat dengan cara mengatur waktu kerja, membagi tugas pekerjaan, bersikap lebih realistis, dan mencoba hidup dengan berbagai keterbatasan yang ada. Menurunkan beberapa standar impian juga bisa “mengendorkan” tekanan hidup anda. Kenyataan dan fakta adanya: kebanyakan stress disebabkan oleh diri sendiri. Dan, ingat, salah satu nutrisi hebat yang dapat mengatasi stress adalah: Cinta!

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *