Duduk Terlalu Lama Berpengaruh Buruk Pada Kesehatan? Ini Ulasannya!

Duduk Terlalu Lama Berpengaruh Buruk Pada Kesehatan? Ini Ulasannya!

Kita sudah tahu banyak bahwa hal-hal sepele ada yang berpengaruh baik, ada pula yang berpengaruh buruk. Kita semua juga tahu bahwa kita menginginkan bentuk tubuh bagus dan kesehatan optimal. Akhirnya, kita baca semua artikel kesehatan, dari A – Z, mencari tips dan ulasan terbaik untuk menunjang tercapainya cita-cita itu. Tapi sayangnya, kita sering kalah dengan keinginan “instan”, sehingga jika suatu hal tidak memberikan hasil baik dalam waktu singkat, kita berhenti. Nyerah.

dampak duduk buruk kesehatan kolomsehat

Perubahan itu banyak yang dimulai dari yang kecil, sedikit demi sedikit, bahkan tidak begitu tampak pada awalnya. Ini juga berlaku untuk kebiasaan buruk; tampak sepele, tidak terlihat dampaknya dalam jangka tertentu. Namun ketika kebiasaan buruk itu sudah terakumulasi sedemikian rupa… bummm! Efek negatifnya sedemikian besar. Terlambat pula untuk menghindarinya.

Demikian halnya kebiasaan duduk. Kita banyak mendengar dan membaca bahwa duduk di atas jangka waktu tertentu bisa membawa dampak buruk. Tapi yah, namanya udah pewe, sangat mudah peringatan tersebut diabaikan. Tapi ketika kita semakin sering mendengar, membaca, melihat bukti bahwa duduk lebih dari waktu yang wajar bisa membawa bahaya bagi kesehatan, maka kemawasdirian (awareness) akan bahaya duduk semakin sulit diabaikan. Sebagaimana yang saya alami.

Mari kita simak ulasan berikut, yang menjadi bukti bahwa kebiasaan duduk bisa memberikan resiko negatif pada tubuh sekaligus kesehatannya.

Duduk Mencuri Waktu dan Kesehatan

Duduk, sebagai aktivitas minim gerak, menyebabkan kita kehilangan waktu untuk melakukan aktivitas menyehatkan. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa duduk selama 20 menit saja akan merampas waktu kita untuk melakukan aktivitas berharga seperti olahraga. Bayangkan jika 20 menit itu dikalikan dengan jumlah hari selama anda hidup. Hasilnya, bertahun-tahun.

Tapi ya, ulasan kecil di atas mungkin akan menimbulkan penilaian absurd, sebab tidak bisa ditelan mentah-mentah begitu saja. Yang perlu kita ketahui adalah bagaimana bisa duduk mencuri waktu dan kesehatan tubuh kita? Jadi bagaimana sesungguhnya maksud dari poin pertama ini? Untuk menjawabnya, kita perlu telisik poin-poin berikutnya.

Postur Tubuh

Duduk berpengaruh buruk terhadap postur tubuh. Apalagi jika ada duduk terlalu lama. Saat anda duduk, otot-otot gluteal (3 jenis otot yang membentuk sebagian besar pantat) dalam kondisi tidak aktif sekaligus meregang dan memipih. Bersamaan dengan itu, fleksor pinggul (yang bertugas mengangkat kaki ke atas, ke arah tubuh) memendek. Efeknya? Muncul ketidakseimbangan yang membuat panggul anda tertarik ke depan dan menyebabkan nyeri punggung.

Pada kondisi lain, misalnya saat duduk di kantor, bagian belakang tubuh akan menonjol mundur seiring tangan melakukan aktivitas di atas meja, contohnya mengetik di keyboard komputer.Ini menyebabkan ketegangan pada tulang belakang dan leher. Pada saat bersamaan, bahu terputar/terangkat ke belakang dan otot-otot dada mengencang. Hasilnya? Ada ketidakseimbangan lain yang menyebabkan nyeri pada punggung atas dan leher.

Postur atau posisi tubuh seperti ini sama sekali tidak sehat. Tentu akan lebih parah lagi jika anda harus duduk berjam-jam tanpa ada jeda.

Pernapasan

Postur tubuh saat duduk, apalagi jika menghabiskan waktu lama, bisa menghambat proses bernafas secara normal; sebab perut dalam kondisi terlipat. Efeknya, sebagian besar dari kita lalu terbiasa dengan pernapasan dada daripada pernapasan perut, yang sebenarnya kurang baik bagi tubuh.

Apa beda keduanya? Akan sangat panjang untuk dijabarkan, tapi untuk membedakannya, lihat saja perbedaan postur saat bernafas. Jika anda menarik nafas dan bagian atas dada anda terangkat, maka itu pernapasan dada (hampir seperti menghela nafas). Jikaanda menarik nafas, dada anda tidak berubah postur (tidak terangkat), dan perut terasa terisi udara, maka itu pernapasan perut. Bayi dan anak-anak, jika mau mengamati, terbiasa dengan pernapasan perut, terutama saat tidur. Inilah cara bernafas paling efisien. Kita semua pernah mengalami pernapasan perut saat dalam kondisi paling baik, yaitu saat bayi dan kanak-kanak.

Jika anda melakukan pernapasan dada, oksigen yang terambil hanya sekitar 13 persen; sehingga nafas tampak pendek, seperti tersengal dan gelisah. Cara bernafas seperti ini potensial untuk memicu produksi hormon kortisol, hormon penyebab stress. Nafas yang dangkal juga meningkatkan resiko hipertensi, menurunya produktivitas organ tubuh (contoh: menurunnya fungsi otak karena kekurangan oksigen), dan membuat anda kurang cermat, fokus, atau konsentrasi saat melakukan aktivitas, terutama aktivitas berat. Efek lain adalah menurunnya energi dan stamina.

Jika kondisi ini dilengkapi dengan kondisi lingkungan yang kurang kondusif (misalnya kondisi kerja yang padat dan potensial memicu stress), maka efeknya bisa jauh lebih buruk lagi.

Kurang Gerak

Sebagaimana telah disebut pada poin satu, duduk merupakan aktivitas minim gerak. Ini artinya aktivitas duduk yang anda lakukan kurang berefek untuk membakar kalori, memperlambat metabolisme tubuh, dan menghambat proses pembangunan otot. Respon hormonal pada kondisi ini menyebabkan semakin tingginya proses penyimpanan cadangan lemak (penumpukan) dan memperlambat/menghambat banyak hal, seperti: metabolisme, sirkulasi, kerja jantung, dan fungsi otak. Kondisi ini bisa membawa konsekuensi yang lebih buruk lagi, yaitu obesitas atau berat badan melebihi normalnya. Dan ingat, jantung adalah otot. Semakin jarang anda melakukan aktivitas yang berpengaruh baik pada jantung, semakin lemah kondisinya.

Solusi

Jadi itulah sebagian dari dampak duduk berlama-lama.

Lalu, apa solusinya jika anda, saya, kita semua hidup di pada jaman dimana hampir seluruh aktivitas pekerjaan dilakukan sambil duduk? Apa yang bisa dilakukan untuk menghindari dampaknya?

Solusi pertama adalah dengan duduk secara benar. Duduklah secara tegak, hindari postur tubuh “menggelendot” dimana ada bagian tubuh (khususnya pantat, pinggul, panggul, dan dada) yang tertarik ke depan atau belakang. Bernafaslah menggunakan pernapasan perut. Jika terasa penat, tarik nafas dalam-dalam hingga mencapai perut (ditandai dengan perut terasa mengembang), udara yang dihirup jangan sampai hanya berhenti di dada. Sadari cara bernafas ini, maksudnya adalah mengambil napas dengan kesadaran penuh, tidak secara insting seperti biasanya. Cara ini akan menghindarkan dari masalah nyeri punggung, pinggang, dan stress.

Kedua, cobalah untuk mengisi atau memberi jeda di antara aktivitas duduk anda. Bangkitlah dari kursi dalam periode tertentu. Ambil “break” dan berjalan santai dalam jarak dekat (mengitari kantor, mungkin, atau ke kamar mandi?). Anda juga bisa mengubah posisi saat melakukan pekerjaan. Jika ada meja tinggi dan pas untuk posisi berdiri, lakukan pekerjaan di atas meja itu. Bekerjalah dalam kondisi berdiri sesekali.

Ketiga, setelah tidak dalam rutinitas bekerja, dimana anda bisa memiliki kontrol penuh terhadap diri sendiri, kurangi aktivitas-aktivitas yang “memaksa” anda untuk duduk. Jika anda biasa nonton tivi sambil duduk, cobalah melakukan aktivitas lain yang “memaksa” anda untuk berdiri; misalnya memasak, jalan-jalan, olahraga ringan, atau aktivitas kolektif bersama teman. Aktivitas semacam ini tidak hanya baik bagi untuk menghindari dampak dari duduk berlama-lama, tapi juga baik bagi peningkatan mood dan kebugaran tubuh.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *