Fakta Penyakit Alzheimer Yang Wajib Anda Tahu - KolomSehat

Fakta Penyakit Alzheimer Yang Wajib Anda Tahu

Apa itu Alzheimer?

Alzheimer merupakan penyakit sindrom akibat apoptosis (mekanisme organisme multisel untuk membuang sel mati yang sudah tidak dibutuhkan tubuh) sel otak dalam waktu yang hampir bersamaan, sehingga otak tampak mengerucut dan mengecil. Penyakit atau kelainan ini seringkali diidentikkan sebagai penyakit orangtua.

alzheimer kolomsehat

Faktor resiko mengidap alzheimer meningkat seiring pertambahan usia. Sejak di atas usia 60-an, seseorang memiliki resiko 5 persen mengidap penyakit ini dan akan meningkat dua kali lipat setiap 5 tahun (10%, 20%, 40%, …). Meskipun dikaitkan dengan usia di atas 60 tahun, ada bukti bahwa penyakit ini diderita oleh mereka yang berusia di bawah 60 tahun.

Alzheimer memiliki beberapa klasifikasi tergantung penyebab dan gejalanya. Namun gejala yang paling umum dilihat adalah gangguan daya ingat (seringkali terkait hal-hal kecil, misalnya sering lupa tempat menaruh kunci, sering lupa nomor telepon yang sebelumnya mudah diingat, dll), kesulitan melakukan pekerjaan rutin yang dulunya secara tangkas bisa dilakukan sendiri, mengalami kesulitan bicara dan bahasa, disorientasi (waktu, tempat, dan orang), sulit mengambil keputusan, sulit berpikir abstrak, sering salah meletakkan barang (tidak sesuai dengan tempat yang diinginkan), mood dan perilaku mudah berubah, perubahan kepribadian (biasanya menjadi “aneh”), dan hilangnya dorongan, minat serta inisiatif.

Orang-orang dengan resiko tinggi mengidap penyakit ini biasanya terkait penyakit hipertensi (biasanya di atas usia 40), kencing manis (diabetes), kurang olahraga, kolesterol tinggi, dan lain-lain.

Fakta Penyakit Alzheimer Yang Harus Anda Tahu

Nah, berikut adalah beberapa fakta penting terkait penyakit Alzheimer yang wajib anda tahu.

1. Alzheimer pertama kali diidentifikasi lebih dari 100 tahun yang lalu
Tapi baru berpuluh-puluh tahun kemudian Alzheimer diketahui sebagai penyebab utama demensia. Gejala utama demensia adalah kepikunan. Tapi pikun sendiri bukanlah demensia. Jenis Alzheimer yang paling banyak diderita adalah Alzheimer Demensia (dementia alzheimer).

2. Alzheimer paling banyak diderita lansia, tapi belum diketahui sebab pastinya
Sebab dari fakta ini masih menjadi misteri. Namun demikian, beberapa penelitian khusus mengindikasikan bahwa Alzheimer terkait dengan serangkaian perubahan di dalam otak terkait usia, misalnya: atrofi, peradangan, dan proses penciptaan molekul-molekul yang tidak stabil.

3. Alzheimer yang diderita di usia sebelum 60 biasanya bersifat genetis
Orang-orang yang mengalami Alzheimer sebelum usia 60 tahun biasanya disebabkan oleh salah satu dari tiga mutasi genetis. Ini diderita oleh 5% penderita Alzheimer di dunia.

4. Kurang tidur bisa meningkatkan resiko mengidap Alzheimer
Menurut sebuah studi baru-baru ini, Amiloid, protein yang dapat “merampas” memori, akan semakin menumpuk di otak jika anda kurang tidur (amiloidosis). Protein jenis ini bisa menyerang memori jangka panjang di dalam otak dan memicu Alzheimer.

5. Semakin sedikit waktu yang anda habiskan untuk bersekolah, semakin besar resiko mengidap Alzheimer
Wow, benarkah? Orang yang menghabiskan masa sekolah lebih sedikit memiliki resiko mengidap Alzheimer lebih tinggi dibanding mereka yang bersekolah lebih lama (bersekolah hingga ke jenjang sekolah lebih tinggi). Hal ini disebabkan karena sekolah (belajar secara tersistem) meningkatkan jumlah koneksi syaraf otak hingga berkali lipat.

6. Resiko mengidap Alzheimer lebih besar pada mereka yang memiliki riwayat keluarga mengidap penyakit tersebut
Karena Alzheimer juga bersifat genetis (diwariskan), maka mereka yang memiliki riwayat keluarga mengidap Alzheimer memiliki resiko lebih besar daripada yang tidak.

7. Penderita “down syndrome” memiliki resiko tinggi terhadap Alzheimer
Penderita Sindrom Down (kelainan genetik yang terjadi pada kromosom 21 pada berkas q22 gen SLC5A3, berdampak pada keterbelakangan pertumbuhan fisik dan mental) memiliki resiko tinggi mengidap penyakit ini; mungkin karena mereka memiliki ekstra kromosom 21, dan gen ini tampaknya terlibat dalam produksi amiloid.

8. Depresi bisa menjadi pertanda Alzheimer
Sebenarnya tidak bersifat langsung tapi lazim ditemui. Gejala-gejala Alzheimer seperti mudah lupa bisa menyebabkan depresi dan sikap apatis.

Fakta penting lainnya terkait penyakit Alzheimer

9. Tidak semua gejala yang merupakan ciri Alzheimer positif menunjukkan Alzheimer
Uniknya, orang-orang dengan gejala mirip Alzheimer tidak bisa langsung divonis menderita penyakit ini. Seringkali depresi, kecemasan, penyalahgunaan obat, efek samping obat, dan kelainan lainnya bisa menunjukkan gejala hampir sama. Oleh karena itu diagnosa Alzheimer tidak bisa dilakukan secara instan dan gegabah.

10. Banyak cara untuk mendiagnosa Alzheimer
Oleh karena fakta nomer 9, dokter mungkin akan melakukan diagnosa dari banyak sisi, mulai dari riwayat kesehatan, riwayat kesehatan keluarga, riwayat psikologis, tes kognitif, tes fisik, bahkan hingga tes darah dan pemindaian (scan) kepala.

11. Diagnosa melibatkan orang lain
Kadang dokter akan menanyai keluarga, teman, atau siapapun yang dekat anda untuk mengetahui perubahan-perubahan perilaku penderita yang mungkin mereka lihat.

12. Kegiatan rekreatif dan kreatif bisa mengurangi resiko mengidap Alzheimer
Ingin jauh dari resiko mengalami Alzheimer? Aktivitas rekreatif yang secara mental dan sosial merangsang daya kreasi anda bisa membantu menjauhkan anda dari penyakit ini, misalnya: bermain musik, membaca, belajar bahasa lain, bermain games yang merangsang daya pikir, dan sejenisnya.

Baca: tips menjaga kesehatan otak

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *