Gejala dan Tanda Kekurangan Zat Yodium - KolomSehat

Gejala dan Tanda Kekurangan Zat Yodium

Yodium (iodine) adalah elemen nutrisi yang sebenarnya hanya dibutuhkan dalam jumlah sangat kecil. Akan tetapi, tanpa kehadiran yodium, akan muncul berbagai komplikasi. Yodium digunakan oleh tubuh untuk memproduksi dua hormon: Tiroksin dan Tri-iodotironin. Keduanya disebut sebagai hormon tironin, yang disekresikan dari kelenjar tiroid dan bersama-sama membantu mengatur metabolisme tubuh.

gejala dan tanda kekurangan yodium

Gejala dan Tanda Kekurangan Zat Yodium

Berikut ini adalah beberapa gejala dan tanda apabila seseorang mengalami kekurangan zat yodium.

Gondok

Salah satu gejala paling menyolok dari kondisi kekurangan zat yodium adalah penyakit Gondok. Gondok adalah kondisi khusus yang diwujudkan dalam bentuk pembengkakan di area tenggorokan. Saat kelenjar tiroid mendeteksi bahwa kadar hormon tiroid di dalam darah rendah, maka hormon lain yang disebut Hormon Perangsang Tiroid (TSH, thyroid stimulating hormone) terpicu untuk muncul. Kehadiran hormon ini “memaksa” kelenjar tiroid memproduksi hormon tiroid ekstra. Proses ini kemudian menyebabkan pembengkakan di area tenggorokan, yang biasa kita sebut Gondok. Efeknya akan sangat terasa terutama jika pembengkakan sangat besar. Penderita bisa mengalami kesusahan menelan dan bernapas.

Metabolisme Lambat

Penambahan/naiknya berat badan bisa menjadi salah satu indikasi kekurangan zat yodium. Karena hormon tironin berperan dalam metabolisme tubuh, maka kekurangan hormon ini (akibat kekurangan yodium) bisa membuat proses metabolisme tubuh melambat (di bawah kecepatan proses normal). Artinya, orang yang kekurangan yodium tidak mampu membakar kalori makanan sebagaimana seharusnya, maka akan terjadi penumpukan lemak. Dalam tubuh orang yang sehat, reaksi-reaksi kimia yang menyebabkan tubuh membakar kalori juga melepaskan panas, yang membantu mengatur kestabilan suhu tubuh. Oleh karena itu, salah satu tanda lain seseorang yang mengalami kekurangan yodium adalah sering merasa kedinginan dibanding orang-orang sehat di sekitarnya.

Baca: 10 Tips Menurunkan dan Menjaga Berat Badan

Baca: Manajemen Berat Badan: Kontrol Berat Badan Secara Terencana

Yodium di Dalam Makanan

Sebenarnya kekurangan yodium merupakan kasus yang sangat jarang, khususnya di negara-negara berkembang; sebab ketersediaan makanan seperti keju, telur, ikan laut, susu, kerang, kecap, dan lain-lain sangat melimpah. Sebenarnya orang yang memiliki diet atau pola makan vegetarian sebenarnya memiliki resiko kekurangan yodium lebih tinggi. Meskipun yodium biasanya ditambahkan dan ditemui di dalam garam dan suplemen yodium kini bisa ditemui di berbagai swalayan, tapi masalah utamanya tidak terletak pada jumlah asupan tambahan yang bisa “diakali”. Kekurangan yodium umumnya muncul dimana asupan makanan berupa susu, daging-dagingan dan ikan laut yang berkualitas bagus susah ditemui.

Kekurangan Yodium Pada Kehamilan

Sangat penting untuk membangun kesadaran akan adanya kasus kekurangan yodium pada masa kehamilan. Wanita hamil yang kekurangan yodium memiliki resiko keguguran dan bayi lahir dalam keadaan mati yang tinggi. Wanita hamil yang kekurangan yodium namun berhasil melahirkan bayi dalam keadaan hidup, pada proses persalinannya melalui berbagai komplikasi, atau bayi lahir prematur, bahkan hingga masalah perkembangan otak, mulai dari kesulitan belajar ringan hingga keterbelakangan mental. Ada pula yang mengalami kesulitan bicara, pendengaran, dan pertumbuhan. Inilah alasan mengapa seluruh wanita hamil, terlepas dari apakah mereka telah mendapatkan asupan yodium cukup atau tidak, disarankan untuk mengkonsumsi suplemen yodium atau multivitamin yang cukup setiap hari.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *