Mengenal Penyebab dan Gejala Penyakit Asma - KolomSehat

Mengenal Penyebab dan Gejala Penyakit Asma

Suatu kondisi disebut sebagai serangan asma apabila penderitanya mengalami kesulitan untuk bernafas (memasukkan udara ke dalam paru-paru), seolah-olah kehabisan nafas dan dalam waktu bersamaan seperti sedang berada di dalam air.

asma sesak napas kolomsehat

Jadi, apa itu Asma?

Secara sederhana, asma (asthma) adalah suatu kondisi (dengan beberapa tingkat keparahan) yang mempengaruhi dan menyebabkan penyempitan saluran nafas/udara di dalam tubuh. Saluran nafas adalah semacam tabung-tabung sangat kecil yang memungkinkan udara masuk dan keluar dari paru-paru.

Penyebab dan Proses Terjadinya Serangan Asma

Alasan mengapa penyempitan saluran pernafasan ini terjadi belum dipahami dengan baik di dunia medis, tetapi, secara mekanis, terjadinya proses penyempitan ini dapat dilihat dan diketahui dengan pasti: saat seorang penderita asma mengalami “serangan asma”, saluran nafas kemudian bereaksi (menyempit); apapun jenis pemicunya.

Beberapa jenis pemicu penyempitan yang sudah diketahui misalnya adalah serbuk sari, debu, bulu binatang, asap, udara dingin, aktivitas olahraga, dan lain sebagainya. Sel-sel tertentu di dalam saluran udara, terutama mastosit diduga bertanggungjawab terhadap awal mula terjadinya penyempitan ini. Mastosit di sepanjang bronki melepaskan bahan seperti histamin dan leukotrien yang menyebabkan terjadinya: kontraksi otot polos, peningkatan dan pembentukan lendir, serta perpindahan sel darah putih tertentu ke bronki. Mastosit mengeluarkan bahan tersebut sebagai respon terhadap sesuatu yang mereka kenal sebagai benda asing (alergen), seperti serbuk sari, debu halus yang terdapat di dalam rumah, atau bulu binatang.

Terjadinya serangan asma ini kemudian menghasilkan reaksi berantai, saluran pernafasan yang teriritasi kemudian menyebabkan: otot-otot polos pada bronki di dinding saluran nafas mengencang,  jaringan yang melapisi saluran udara mengalami pembengkakan karena adanya peradangan (inflamasi), dan terjadi pelepasan lendir ke dalam saluran udara. Reaksi ini berakibat mengecilnya diameter dari saluran nafas (proses bronkokonstriksi) sehingga terjadi penyempitan yang menyebabkan penderita asma harus berusaha sekuat tenaga untuk bernapas.  Dalam beberapa kasus, saluran nafas ini bahkan tertutup sama sekali.

Gejala Serangan Asma

Tingkat serangan asma bermacam-macam. Pada umumnya, beberapa penderita asma cenderung tidak mengalami gejala apapun dan secara tiba-tiba mengalami sesak nafas dalam waktu singkat dan bersifat ringan. Beberapa jenis penderita lainnya menunjukkan gejala seperti batuk dan mengi (bengek) relatif sering serta mengalami serangan asma (sesak nafas) hebat setelah melakukan aktivitas olahraga atau terpapar alergen ataupun iritan. Dalam kasus lainnya, tertawa keras atau menangis hingga sesenggukan bisa menyebabkan timbulnya gejala serangan asma seperti batuk berkepanjangan terutama saat cuaca dingin atau di malam hari.

Baca: 7 Fakta Menarik Seputar Flu yang Wajib Kamu Ketahui

Gejala paling terlihat pada saat proses terjadinya serangan asma adalah nafas yang berbunyi (mengi), batuk, serta sesak nafas. Dalam kondisi lain, serangan asma terjadi secara perlahan dan bertahap, semakin lama semakin memburuk. Pada dua kondisi berbeda ini, hal yang sama yang dirasakan oleh penderita asma pada awalnya adalah rasa sesak atau susah bernafas, terbatuk-batuk, dan dada terasa mengetat atau mengencang. Serangan ini bisa terjadi dalam waktu sekejap, beberapa jam, dan bahkan bisa sampai berhari-hari.

Gejala awal serangan asma pada anak-anak biasanya ditandai dengan rasa gatal di bagian dada atau leher. Dalam kasus tertentu, satu-satunya gejala adalah batuk kering, yang biasa terjadi di malam hari atau pada saat melakukan aktivitas olahraga. Sesak nafas pada saat proses serangan asma juga bisa menyebabkan kecemasan, sehingga seringkali ditemui penderita serangan asma mengeluarkan banyak keringat.

Baca: 15 Tips Menghadapi & Mengatasi Kecemasan (Anxiety)

Pada serangan yang sangat berat, penderita menjadi sulit untuk berbicara karena sesaknya sangat hebat. Kebingungan, letargi (keadaan kesadaran yang menurun, dimana penderita seperti tidur lelap, tetapi dapat dibangunkan sebentar kemudian segera tertidur kembali) dan sianosis (kulit tampak kebiruan) merupakan pertanda bahwa persediaan oksigen penderita sangat terbatas dan perlu segera dilakukan pengobatan. Meskipun telah mengalami serangan yang berat, biasanya penderita akan sembuh sempurna. (asma in wikipedia).

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *