Perbedaan Flu dan Masuk Angin Biasa: Lengkap dengan Tabel dan Fakta

Perbedaan Flu dan Masuk Angin Biasa

Sering kita berbicara mengenai penyakit yang sudah lazim kita alami ini. Bahkan beberapa di antara kita rutin mengalaminya setiap tahun. Kita menggunakan istilah “lagi flu nih”, sebagian lagi mengatakan “aduh, lagi masuk angin, ga enak ngapa-ngapain…”. Seringkali flu disamakan dengan masuk angin, dan sebaliknya. Tapi apakah keduanya sama? Adakah perbedaan flu dan masuk angin biasa?

perbedaan flu dan masuk angin biasa

Perbedaan Flu dan Masuk Angin Biasa

Istilah masuk angin adalah istilah umum untuk menggantikan kondisi sakit dimana tubuh mengalami demam, kedinginan, pilek, sakit kepala, batuk, dan beberapa gejala lainnya. Flu pun memiliki gejala yang hampir sama. Tapi keduanya berbeda. Istilah masuk angin dikenal sebagai cold dalam bahasa Inggris, sedangkan flu adalah nama singkat dari penyakit “Influenza”.

Perbedaan Virus Penyebab

Influenza dan masuk angin sama-sama mengakibatkan infeksi saluran pernafasan (hidung, tenggorokan, dan paru-paru) dan sama-sama disebabkan oleh virus. Masuk angin bersifat umum dan memiliki banyak virus penyebab. Ada lebih dari 200 jenis virus masuk angin yang dapat dikenali. Kebanyakan masuk angin (sekitar 30% hingga 40%) disebabkan oleh rhinovirus. Hanya 3 tipe virus yang menyebabkan influenza, yaitu virus Influenza tipe A, B, dan C.

Virus influenza tipe A dan B menjadi penyebab wabah flu paling banyak. Virus C lebih stabil dan biasanya hanya menyebabkan gejala-gejala ringan pada bagian pernafasan. Sementara vaksin untuk virus A dan B sudah ada dan terbukti mampu menangkalnya, namun vaksin untuk virus C tidak ada.

Virus flu tipe A dibagi menjadi beberapa subtipe berdasarkan struktur kimia virus tersebut. Sedangkan virus flu tipe B tidak memiliki subtipe. Keduanya bertanggung jawab untuk penyebaran (wabah) flu yang bersifat musiman, yaitu terjadi dalam periode-periode tertentu (tidak terkait cuaca atau musim, tetapi lebih kepada potensi penyebaran wabah).

Penyebaran Virus Masuk Angin dan Flu

Virus menyebar, misalnya, melalui bersin atau batuk yang keluar dari orang yang sudah terinfeksi. Orang yang ikut menghirup atau menelan udara yang sudah tercemar oleh virus dari si penderita memiliki resiko untuk tertular. Dalam beberapa kasus, seseorang bisa terinfeksi saat dia memegang benda-benda yang mengandung virus, misalnya gagang pintu, tombol lift, gagang telepon, dll, dan kemudian orang tersebut memegang/menyentuh hidung, mulut, atau mata. Karena mudahnya virus-virus kedua jenis penyakit ini menyebar, lingkungan yang ramai paling rentan bagi seseorang untuk mengalami resiko terinfeksi.

Yang perlu diperhatikan, virus masuk angin maupun flu tidak menyebar atau muncul karena kondisi musim, cuaca, atau situasi alam tertentu. Jadi salah jika dikatakan jika musim hujan atau dingin, pergantian musim, dan sejenisnya disebut sebagai biang keladi masuk angin dan flu.

Karena penyakit ini disebabkan virus, maka penyebarannya pun bersifat viral (ditularkan) dari satu penderita ke penderita lain. Adapun keterkaitan dengan cuaca atau musim lebih kepada kondisi kerentanan penderita.Sebagai contoh, cuaca dingin bisa memperparah gejala-gejala yang muncul setelah penderita tertular virus masuk angin atau flu. Contoh lain, orang yang memiliki daya tahan atau kekebalan tubuh rendah akibat musim dingin atau pergantian musim memiliki resiko tinggi saat bersinggungan dengan penderita flu atau masuk angin.

Jadi faktornya adalah pada daya tahan tubuh yang sedemikian rendah sehingga sistem kekebalan tubuh tidak mampu melawan virus yang baru ditularkan, bukan pada musim atau cuaca. Kuncinya ada pada persinggungan dengan penderita, bukan kondisi alamnya.

Balita dan anak-anak bisa mengalami masuk angin dan atau flu hingga 8 kali setiap tahunnya; sedangkan orang dewasa bisa mengalaminya hingga kira-kira 4 kali per tahun.

Perbedaan Flu dan Masuk Angin Biasa Berdasarkan Gejala

Tidak seperti masuk angin biasa, munculnya gejala flu (influenza) terjadi sangat cepat dan tiba-tiba. Meskipun sama-sama penyakit menular, namun gejala masuk angin biasanya hanya terbatas pada hidung dan kepala. Tapi flu lebih berat, dengan gejala seperti demam, menggigil, dan nyeri tubuh. Penderita masuk angin biasanya masih mau dan mampu berjalan dan beraktivitas. Sebaliknya, penderita flu cenderung enggan beranjak dari tempat tidur. Flu juga bisa menyebabkan resiko terburuk: kematian, baik pada penderita flu parah maupun pada penderita-penderita tertentu yang juga mengidap penyakit lain seperti jantung,  diabetes, dan kanker.

Banyak orang bingung untuk membedakan antara flu dan masuk angin berat, karena gejala-gejala yang ditimbulkan hampir identik. Berikut adalah tabel perbedaan flu dan masuk angin biasa pada umumnya:

Gejala Flu Masuk Angin
Demam Biasanya ada, tinggi (sekitar 38 ° C sampai 41 ° C), berlangsung 3 sampai 4 hari Tidak umum terjadi
Sakit Kepala Umum terjadi (bisa sangat parah) Tidak umum terjadi
Sakit dan Nyeri Umum terjadi (bisa sangat parah) Sedikit
Letih, Lemah, Lesu Terjadi di awal, bisa sangat parah, dan bisa bertahan antara 14 sampai 21 hari Ringan
Kelelahan Luar Biasa Kadang-kadang Tidak ada
Hidung Tersumbat kadang-kadang Umum terjadi
Bersin Kadang-Kadang Umum terjadi
Sakit Tenggorokan Umum terjadi Umum terjadi
Dada Tidak Nyaman, Batuk Umum terjadi ringan hingga sedang, batuk kering
Komplikasi Bisa mengakibatkan pneumonia atau kegagalan pernapasan, bisa memperburuk kondisi kronis yang dialami, bisa beresiko kematian Bisa menyebabkan penyumbatan sinus atau sakit kepala

Orang yang terinfeksi influenza maupun masuk angin bersifat menular setelah 24 jam virus memasuki tubuh, seringkali sebelum gejala-gejala bisa dirasakan atau dilihat. Orang dewasa menjadi infektif (memiliki potensi menularkan virus) selama 6 hari, sedangkan pada anak-anak 10 hari.

References:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *