Bagaimana Stress Mempengaruhi Pencernaan? - KolomSehat

Bagaimana Stress Mempengaruhi Pencernaan?

Pernahkah anda tersedak saat dalam kondisi stress? Sering ada ujaran begini, “Saya harus membuat keputusan yang ‘menyayat perut’ saya”, yang artinya seseorang harus membuat keputusan sulit dan berada dalam tekanan tinggi. Pernahkah anda disaat berada dalam tekanan besar untuk membuat keputusan penting lalu di saat yang bersamaan perut terasa perih? Jika iya, maka anda sudah tahu betapa stress bisa mempengaruhi sistem pencernaan kita. Jika belum, mari kita lanjutkan diskusi ini.

stress pencernaan perut terapi relaksasi kolomsehat

Stress bisa mempengaruhi setiap bagian dari sistem pencernaan. Bahkan seorang penulis dan filsuf terkenal asal Jerman, Johan Wolfgang von Goethe, meyakini bahwa perut (gut, bisa diartikan juga sebagai insting dalam konteks lain) merupakan tempat bermuara seluruh emosi manusia.

Apa yang Terjadi Pada Pencernaan Saat Stress?

Pencernaan dikendalikan oleh sistem saraf enterik, suatu sistem yang terdiri dari ratusan juta saraf yang berkomunikasi dengan sistem saraf pusat. Ketika stress mengaktifkan respon “melawan atau menghindar” di dalam sistem saraf pusat, pencernaan bisa tertutup karena sistem saraf pusat menutup aliran darah, mempengaruhi kontraksi otot pencernaan, dan mengurangi sekresi yang diperlukan untuk proses pencernaan. Pada tahap dan kasus tertentu, stress juga bisa menyebabkan peradangan pada sistem pencernaan dan membuat anda lebih rentan terhadap infeksi.

Stress juga bisa menyebabkan kerongkongan anda mengalami kejang. Stress terkenal meningkatkan asam di dalam perut dan menyebabkan gangguan pencernaan. Saat stress, penggiling makanan di dalam perut anda bisa tertutup dan menyebabkan mual-mual. Stress menyebabkan berbagai reaksi dan gangguan usus seperti diare dan sembelit. Maka tidak heran jika kadang kita melihat orang-orang yang berada dalam tekanan tinggi (misalnya menjelang ujian, lomba, menikah hehe) sering bolak-balik ke kamar mandi. Meskipun stress mungkin tidak menyebabkan penyakit seperti radang perut/radang usus, namun bisa memperparahnya atau penyakit-penyakit lainnya.

Mengendalikan Stress untuk Kesehatan Pencernaan

Salah satu cara terbaik untuk mengendalikan stress dan menjaga pencernaan adalah dengan melakukan olahraga ringan. Aktivitas fisik mengurangi ketegangan dan merangsang pelepasan zat kimia otak yang disebut endorfin, yang mampu meningkatkan mood baik dan meredakan stress.

Hal-hal lain yang terbukti ampuh mengurangi stress adalah:

Terapi Relaksasi

Orang-orang yang memiliki masalah pencernaan terkait stress sering mendapatkan solusi dari terapi-terapi yang bersifat relaksasi seperti yoga, meditasi, hipnosis, relaksasi otot progresif, pencitraan mental, biofeedback, dan bahkan terapi musik. Satu penelitian membuktikan bahwa seorang penderita dengan simdrom iritasi usus besar mendapatkan proses penyembuhan cukup signifikan dari rasa nyeri, kembung, dan diare melalui sebuah terapi yang disebut Relaksasi Respon, yang dikembangkan oleh Sekolah Kedokteran Harvard.

Terapi Bicara

Berbicara dengan orang tercinta atau terdekat mengenai stress yang anda alami bisa memiliki efek besar, tapi terapi bicara dengan orang yang ahli (terapis) bisa jauh lebih besar efeknya. Terapis terlatih bisa membantu anda mencari cara untuk menghadapi dan mengurangi stress. Para ahli mental biasanya akan menggunakan terapi perilaku kognitif untuk mengajarkan keterampilan-keterampilan menghadapi stress. Belum lama ini, dalam sebuah penelitian, ditemukan bahwa 70% penderita sindrom iritasi usus besar mengalami perbaikan dan pengurangan gejala setelah 12 minggu mengikuti terapi perilaku kognitif.

Diet dan Makan

Konsumsi makanan yang buruk bagi pencernaan bisa memicu stress. Jangan pernah menghadapi stress dengan makan berlebihan dan memilih santapan junk food. Sistem pencernaan anda sudah diatur sedemikian rupa untuk menerima pola makan (diet) yang seimbang dan sehat. Hidari gula dan lemak berlebihan. Jauhi alkohol dan rokok. Jika sudah berurusan dengan makanan, pertimbangkan itu sebagai bagian dari rutinitas makan yang teratur, bukan mengisi tangki bahan bakar sebanyak-banyaknya. Makan dengan menikmati prosesnya baik untuk pencernaan.

Batasi Pemicu Stress

Hindari kebiasaan buruk saat anda dalam keadaan stress, misalnya merokok dan minum minuman keras. Keduanya bukan hanya buruk bagi kesehatan, tapi juga bisa memperparah stress anda. Mengandalkan obat-obatan untuk menghadapi stress juga bisa berakibat buruk pada pencernaan. Orang-orang yang terus-terusan mengkonsumi obat penenang dan pereda nyeri/sakit kepala, apapun jenisnya, bisa mengalami kerusakan saluran pencernaan. Kurangi konsumsi kopi, minuman ringan, dan berbagai minuman yang kaya gula dan kafein.

Penutup

Memang, beberapa jenis stress tertentu tidak bisa dihindari. Kita harus mengalami dan menghadapinya. Yang perlu diperhatikan adalah stress bisa mempengaruhi proses dan kesehatan pencernaan kita. Jika anda mengalami gangguan stress dan berimbas pada pencernaan anda, segeralah konsultasikan dengan dokter. Sebab bisa jadi masalah yang anda alami pada pencernaan tidak ringan dan diagnosa akurat sangat dibutuhkan.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *