Tanda Gejala Meningitis: Tanda Penyakit Meningitis yang Perlu Diwaspadai

Gejala & Tanda Penyakit Meningitis yang Perlu Diwaspadai

Artikel ini adalah bagian 3 dari 4 dalam seri Semua Tentang Meningitis: Kenali dan Hindari

Perbedaan Tanda Gejala Meningitis Bakterial dan Virus

Di tahap paling awal, tanda gejala meningitis seringkali ditafsirkan sebagai tanda penyakit flu (influenza), karena ada beberapa kemiripan.

tanda gejala meningitis

Baca: Buah Pencegah Flu dan Batuk Paling Manjur Sejagad

Tanda gejala meningitis bakterial terjadi secara tiba-tiba. Sedangkan tanda gejala meningitis virus bisa datang tiba-tiba atau berkembang secara bertahap dalam hitungan hari atau minggu. Misalnya, tanda gejala meningitis virus setelah mengidap gondok memiliki perkembangan dalam beberapa hari bahkan minggu.

Gejala kedua jenis meningitis tersebut hampir sama pada penderita di atas usia 2 tahun. Sedangkan pada bayi yang baru dilahirkan atau di bawah 2 tahun, ada beberapa gejala khusus.

Tanda Gejala Meningitis pada Usia di Atas 2 Tahun

Gejala yang lazim ditemui pada usia di atas sekitar 2 tahun, baik anak-anak, remaja, dan dewasa meliputi:

  • Demam tinggi, kadang secara tiba-tiba
  • Sakit kepala parah dan terus-menerus, kadang sulit dibedakan dengan jenis-jenis sakit kepala yang lain
  • Leher terasa nyeri dan tegang, khususnya sangat terasa jika melakukan gerakan menempelkan dagu dengan dada
  • Mual atau muntah disertai sakit kepala
  • Kebingungan atau susah konsentrasi; tingkat kesadaran menurun
  • Kejang-kejang

Gejala yang kadang muncul atau jarang ditemui:

  • Mata sensitif terhadap cahaya, mata terasa nyeri saat mendapatkan ekspos cahaya
  • Nafsu makan dan minum berkurang (kadang drastis)
  • Lesu, lemah, letih di seluruh tubuh
  • Perasaan aneh pada bagian-bagian tubuh tertentu (seperti kesemutan)
  • Ruam kulit, dalam beberapa kasus, misalnya pada meningitis meningokokus
  • Pening (puyeng), berbeda dengan sakit kepala
  • Mudah mengantuk atau susah bangun tidur

Tanda Gejala Meningitis pada Bayi

Bayi yang baru dilahirkan dan bayi yang berusia di bawah 2 tahun mungkin tidak akan mengalami sebagian gejala di atas. Gejala-gejala pada kelompok ini lebih khusus, diantaranya meliputi:

  • Demam tinggi
  • Terus menangis
  • Terus mengantuk atau tidur berlebihan/diluar batas wajarnya atau mudah tersinggung (biasanya diekspresikan dengan menangis dan susah ditenangkan)
  • Tegang pada leher dan atau seluruh tubuh si bayi

Bayi yang menderita meningitis susah untuk dibuat nyaman, senang, dan tenang. Bahkan akan langsung menangis keras saat diangkat untuk digendong.

Gejala Khusus Lainnya

Perlu diketahui, tidak semua gejala di atas, baik pada bayi maupun yang berusia di atas dua tahun, muncul pada semua penderita. Bahkan sebagaimana telah disebutkan, beberapa gejala seperti gejala flu juga muncul pada kasus-kasus tertentu, misalnya batuk-batuk dan susah bernafas (biasanya pada anak-anak). Pada bayi, beberapa kasus menunjukkan tanda-tanda berupa titik atau bintik lembut di bagian kepala. Pada lansia, dimana meningitis umumnya disebabkan oleh rendahnya daya tahan tubuh karena penyakit tertentu atau obat-obatan, gejala meningitis sangat tipis, misalnya perasaan tidak fit, sakit kepala ringan, dan demam.

Konklusi

Penyakit lain dengan gejala mirip dengan meningitis adalah flu dan hepatitis virus. Oleh karena itu, jika gejala-gejala di atas muncul, hindari diagnosis mandiri, kecuali anda benar-benar paham. Kesalahan diagnosis menyebabkan perawatan dan pengobatan yang tidak tepat.

Jadi, jika anda mengalami gejala-gejala di atas, khususnya:

  • Demam
  • Sakit kepala parah dan berkepanjangan
  • Kebingungan
  • Muntah-muntah, dan
  • Leher tegang

Sangat baik apabila anda segera menemui dokter untuk mendapatkan diagnosa, penanganan, dan pengobatan yang cepat dan tepat.

Baca artikel selanjutnya dalam seri: Semua Tentang Meningitis: Kenali dan Hindari

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *