5 Alasan Menulis Blog Setelah Resign

Alasan Menulis Blog – Menjadi fulltime blogger adalah keputusan saya sejak tiga tahun yang lalu. Setelah resign dari tempat saya mengajar, saya pun bekerja dari rumah sebagai content writer. Weblog menjadi salah satu tempat saya menuangkan pikiran selain platform menulis lainnya.

Lalu, mengapa saya memilih menulis blog disaat saya sudah mendapatkan pekerjaan tetap? Bahkan saat itu saya sudah berstatus guru tersertifikasi.

Banyak yang menyayangkan keputusan saya saat itu. Tapi kan yang menjalani bukan mereka. Dan saya sudah memikirkan resign ini selama satu tahun loh. Lama juga ya? Hehehe.

Daftar Isi

5 Alasan Mengapa Saya Menulis Blog

alasan menulis blog

Berikut lima alasan saya memilih untuk menulis blog setelah berhenti kerja.

Terbebani dengan Pekerjaan

Pada tahun 2011 saya mulai bekerja di MTs swasta sebagai tenaga Tata Usaha. Dua tahun kemudian saya diangkat menjadi guru dan mengajar TIK dan diajukan untuk mendapatkan tunjangan sertifikasi.

Saya bersyukur bisa mendapatkan tunjangan sertifikasi. Tetapi di sisi lain saya harus kerja ganda yaitu sebagai TU dan guru.

Lambat laun saya lelah dan tidak sanggup. Bahkan saya sering uring-uringan karena terlalu terbebani dengan pekerjaan saya. Entah saya yang kurang pandai mengelola waktu atau memang keadaan di tempat kerja yang kurang bersahabat.

Efeknya saya sering telat haid dan mengalami gangguan kesehatan lainnya. Kemudian, setelah berdiskusi dengan suami, saya memutuskan untuk resign saja demi kesehatan fisik dan mental.

Inilah awal cerita mengapa saya memutuskan untuk menulis blog saja daripada stress karena beban pekerjaan.

Menyalurkan Hobi

Sejak kecil saya suka membaca dan menulis. Alhamdulillah ibu sangat mendukung hobi saya dengan membelikan sejumlah majalah dan buku. Kebiasaan membaca dan menuliskan uneg-uneg di diary terbawa hingga sekarang.  Bersyukur dan beruntung sekali saya bisa mengenal dunia blog dan memiliki blog sebagai tempat untuk menyalurkan hobi saya.

Mendapatkan Pekerjaan dan Berpenghasilan

Saya yakin tidak sedikit blogger yang punya alasan sama dengan saya saat menulis blog. Salah satunya untuk menghasilkan cuan. Siapa sih yang nggak mau dibayar hanya dengan duduk di depan laptop sambil menulis? Hehehe.

Sejak awal ngeblog saya sudah bisa mendapatkan bayaran meski berupa voucher yang lumayanlah menurut saya. Dari situ saya pun ketagihan, menulis bukan lagi menyalurkan hobi tapi juga menghasilkan uang.

Menyalurkan Dua Puluh Ribu Kata

Wanita dikenal sebagai makhluk Allah yang paling seksi eh cerewet. Katanya sih per hari wanita mampu berbicara dua puluh ribu kata. Wow banget kan?

Nah, daripada disalurkan melalui hal yang kurang bermanfaat seperti marah-marah pada anak dan suami, lebih baik saya salurkan melalui blog saja.

Untuk Dikenang

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.”- Pramoedya Ananta Toer

Kali pertama saya tahu kalimat Pak Pram saat mengikuti kegiatan kepenulisan di kampus. Sejak itulah saya pengin punya karya yang bisa dikenang. Nggak muluk-muluk sih, dikenang anak-anak aja sudah Alhamdulillah.

Nah, itu dia lima alasan saya menulis blog. Saya juga nggak takut tulisan saya jelek, yang penting nulis aja dulu. Selama bisa dibaca dan ada manfaat untuk orang lain ya saya share aja.

Saya yakin setiap tulisan akan memiliki jodoh pembacanya masing-masing. Menulis membuat saya bebas bersuara melalui kata-kata. Saya bisa menuliskan keresahan, kebahagiaan, bahkan kesedihan. Selain itu, banyak kok manfaat yang bisa dirasakan seseorang  ketika menulis.

Jadi, apa alasan kalian menulis blog? Yuk, share di kolom komentar ya.

Tinggalkan komentar