5 Pencapaian Terbesar dalam Hidup

Jika ditanya, apa pencapaian terbesar dalam hidup saya?

Pencapaian saya artikan sebagai hasil yang telah saya raih. Apa ya kira-kira? Karena saya hanyalah wanita biasa yang tidak terlalu popular juga, baik di masa sekolah hingga sekarang, hehehe.

Boleh kali ya jika saya mengartikan pencapaian terbesar adalah kala saya berhasil mencapai target yang saya tentukan. Daripada saya kelamaan mikir dan kemudian nggak jadi nulis, malah sayang kan?

pencapaian terbesar

 

Berhasil Masuk Sekolah Negeri

Sejak SD saya disekolahkan ke sekolah negeri agar tidak terlalu banyak biaya. Dulu tuh sekolah negeri memang lebih murah dari sekolah swasta. Kalau sekarang sih sudah banyak berdiri sekolah jadi ya bisa lebih terjangkau.

Ketika saya SD, Bapak selalu bilang kalau saya harus masuk ke SMP Negeri. Meskipun saya agak tertekan tapi Alhamdulillah masih bisa mengondisikan diri dan nggak terlalu stress.

Saya tuh paling takut kalau ranking saya turun. Lebih baik nggak dapat ranking deh daripada turun terus dimarahin Bapak, huft. Sayangnya saya selalu masuk ranking 10 besar karena malas mendengarkan cibiran Bapak jika nilai saya jelek.

Zaman saya dulu untuk masuk SMP dan SMA negeri harus punya nilai yang cukup tinggi agar bisa bersaing . Saya pun pasang target tinggi untuk nilai ujian akhir agar bisa masuk ke sekolah negeri. Saya nggak mau orang tua bingung bayar sekolah kalau saya nggak keterima di sekolah negeri.

Hasilnya tidak terlalu buruk karena saya pun bisa mencapai target dan masuk ke SMPN – SMAN di Kota Malang.

Nah, kalau masuk ke perguruan tinggi bukan cuma nilai tapi harus lulus tes juga. Saya sadar dengan kemampuan akademik saya yang pas-pasan jadi saya ikut les (tambahan pelajaran) agar bisa lulus UMPTN (Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri).

Ketika itu saya pilih aja jurusan yang tidak terlalu banyak peminatnya dan memiliki grade yang agak rendah, hehehe. Alhamdulillah saya pun diterima di Universitas Negeri Malang pada jurusan yang sebenarnya kurang saya minati.

Namun begitu, diterima di SMPN, SMAN, dan PTN di Kota Malang saya anggap sebagai pencapaian terbesar di bidang akademik. Saya berhasil mencapai target yang telah saya tentukan waktu itu.

Mendapat Beasiswa Selama Belajar di PT

Berasal dari keluarga sederhana membuat saya bikin taget baru saat diterima di perguruan tinggi. Sejak awal masuk kuliah saya bertekad untuk mendapatkan beasiswa.

Alhamdulillah sejak semester dua saya mendapatkan beasiswa PPA yaitu bantuan kuliah dari Kementerian Ristek Dikti yang diperuntukkan bagi mahasiswa aktif jenjang S1/DIV atau D3 yang saat ini berada minimal semester II.

Saya lupa dapat uang berapa per bulannya, yang pasti setiap tahun harus mengajukan ulang dan (katanya) nilai akademik atau IPK nggah boleh turun.

Saya pun berusaha agar nilai saya nggak turun dan belajar keras agar bisa dapat beasiswa. Alhamdulillah sampai lululs kuliah beasiswa PPA membantu sekali untuk biaya belajar saya selama di perguruan tinggi.

Bekerja Sesuai Passion

Sebelum lulus kuliah (semester 6) saya sudah bekerja di SD Swasta sebagai guru komputer di Malang. Baru deh setelah lulus kuliah dan menikah saya pindah kerja ke MTs swasta di Wajak sebagai TU dan guru komputer.

Tetapi, karena alasan berikut ini saya resign dan memilih untuk menjadi fulltime blogger. Alasan saya menjadi blogger telah saya tuliskan di postingan sebelumnya.

Hal ini juga saya anggap sebagai pencapaian terbesar karena akhirnya saya bisa bekerja sebagai content creator. Pas sekali dengan passion saya yaitu membaca dan menulis. Bekerja sesuai passion tuh menyenangkan meskipun kadang hasilnya diluar ekspektasi.

Berubah Menjadi Ibu yang Baik

Saat menjadi ibu baru, saya belum bisa menjadi ibu yang baik. Iya, saya belum punya pengetahuan sama sekali tentang parenting. Oleh karenanya saya mengasuh anak pertama seperti  cara ibu mengasuh saya. Ya membentak, ya berkata kasar, pokoknya saya belum paham kalau membentak anak itu ada dampak negatifnya.

Setelah mengikuti Sekolah Parenting Harum, Alhamdulillah terlambat tapi pasti saya bisa menjadi ibu yang baik. Saya bisa menahan diri untuk tidak ‘berperilaku’ marah kepada anak-anak. Sikap dan emosi marah boleh tapi kalau bisa perilakunya tetap terkontrol.

Bisa mengontrol marah dan berproses menjadi orang tua yang lebih baik adalah sebuah pencapaian besar menurut saya. Karena tidak semua orang tua secara sadar ingin berubah menjadi lebih baik.

Bersyukur

Jalan terindah dari kehidupan adalah mensyukuri apa yang telah kita jalani setiap hari. Ya, bersyukur adalah hal yang mudah diucapkan tapi tidak mudah dilakukan. Itu sih saya, hehehe.

Hingga sekarang, saya pun masih terus belajar untuk bersyukur setiap hari. Bersyukur atas apa yang telah saya dapatkan.

Menurut saya tidak ada gunanya mengeluhkan keadaan yang (mungkin) tidak kita inginkan. Syukuri aja karena insyaallah pasti yang terbaik. Karena Allah akan memberi apa yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan.

Bisa mensukuri setiap rahmat dari Allah SWT adalah sebuah pencapaian juga, bukan? Karena dengan bersyukur membuat hati saya lebih tenang dan damai.

Itu dia 5 pencapaian terbesar dalam hidup saya ya Sobat Sehat. Kalau pencapaian terbesar kalian apa?

 

#Day3

#BPNRamadan2021

 

Tinggalkan komentar