10 Alasan untuk Tidak Makan di Luar (Jajan)

Halo Sobat Sehat, apakah ada diantara kalian yang suka jajan di luar?

Kebiasaan jajan/makan di luar tidak hanya berimbas pada keuangan lho, tapi juga berpengaruh buruk terhadap kesehatan, program diet, dan gaya hidup.

Jajan atau makan di luar adalah sebuah kemewahan tersendiri dan merupakan cara yang menyenangkan untuk mengisi waktu bersama keluarga, kolega, teman, atau orang terdekat. Jika kita ingin bersosialisasi, merayakan suatu peristiwa, membuat variasi, atau sedang malas memasak, maka makan di luar rumah biasanya menjadi pilihan tak terhindarkan sebab akan dimanjakan dengan suasana berbeda dan makanan yang (mungkin) lebih enak.

Akan tetapi, jika makan di luar menjadi kebiasaan dan “norma” hidup Sobat Sehat, maka aktivitas ini tidak lagi menjadi aktivitas yang baik untuk kesehatan, apalagi bagi kita yang sedang dalam proses diet atau menurunkan berat badan.

Lagipula, hal yang membuat makan di luar menjadi sesuatu yang sangat istimewa adalah pengendalian diri. Semakin sering kita makan di luar, semakin berkurang keistimewaannya. Jika kita makan di berbagai tempat/restoran berbeda dengan kondisi makanan dan kebersihan yang berbeda pula, semakin besar resiko gangguan kesehatan yang akan dialami.

Daftar Isi

Mengapa Jajan di Luar Tidak Baik?

alasan jajan di luar tidak baik

Berikut alasan mengapa makan di luar memiliki efek buruk, baik dari segi kesehatan maupun dari sudut pandang gaya hidup:

1. Kurang Baik untuk Kesehatan

Salah satu alasan terbesar mengapa makan di luar kurang bermanfaat adalah pengaruhnya bagi kesehatan. Ada banyak alasan untuk membicarakan efek buruk tersebut, dan ada banyak cara atau strategi untuk memilih makanan luar yang terbaik.

Namun demikian, yang terpenting adalah satu fakta ini: makanan di luar cenderung lebih “kaya” daripada makanan di rumah. Alasannya adalah produsen makanan cenderung berusaha menarik minat dan selera konsumen yang melihatnya, sehingga makanan didesain dan diracik sedemikian rupa agar memiliki “keistimewaan” yang luar biasa.

Sayangnya, “kekayaan” tersebut cenderung didominasi oleh banyak lemak, gula, garam, penyedap rasa buatan, dan sebagainya untuk memperkuat rasa. Bahan makanan demikian cenderung dicerna lebih lama, berefek buruk apabila dikonsumsi melebihi batas anjuran, dan sebaiknya dimakan pada waktu tertentu saja.

Kondisi tersebut jauh lebih mudah lagi ditemukan pada makanan siap saji (fast food). Makanan siap saji biasanya mengandung banyak garam dan daging yang digunakan biasanya diambil secara sembarangan, sehingga biasanya mengandung banyak lemak. Belum lagi penyedap rasa yang dicampurkan pada makanan jenis ini, yang tentu saja lebih memperburuk efeknya pada kesehatan.

Pada makanan siap saji, lemak biasanya diperbanyak untuk memberikan ilusi rasa kenyang yang cepat dan lebih lama, sebab lemak dicerna lebih lama dari jenis bahan makanan lainnya.

2. Tidak Tahu Kondisi Bahan Makanan

Meski Sobat Sehat memesan makanan yang dibilang paling sehat sekalipun, kita tidak akan pernah tahu persis bagaimana kondisi dan jenis bahan makanan digunakan dalam makanan tersebut. Ini artinya, kita akan kehilangan kendali penuh terhadap program diet yang dijalankan. Misalnya, jika kita membuat sup yang bisa dikontrol kadar kalori dan lemaknya, kita tidak akan pernah tahu kondisi sup yang dipesan di luar.

Jika sedang dalam program diet dan berusaha menghindari jenis-jenis makanan tertentu, Sobat Sehat tidak bisa memastikan 100% bahwa makanan yang dipesan sesuai dengan kriteria diet. Dengan demikian, resiko mendapatkan asupan makanan atau bahan makanan yang seharusnya dijauhi justru menjadi semakin besar. Program diet bisa gagal dan berefek buruk bagi kesehatan.

3. Tidak Dapat Mengontrol Jumlah Asupan Makanan

Alasan lain mengapa makan di luar tidak baik untuk kesehatan adalah masalah kuantitas makanan yang kita makan. Kecenderungan makan jauh lebih banyak daripada biasanya lazim ditemui saat makan di luar, entah karena porsi yang terlalu besar, terlalu banyaknya jenis makanan yang dipesan, atau adanya makanan pembuka dan penutup (dessert & appetizer).

Bahkan demi kesan sopan (yang tidak masuk akal), Sobat Sehat terpaksa harus menghabiskan makanan meski perut sudah berjejal. Di rumah, kita bisa makan dalam porsi sedikit, ketika tidak begitu lapar atau sedang dalam kontrol diet, dan bebas menjauhkan makanan yang tidak diinginkan/diperbolehkan.

4. Harga yang Mahal

Makan di luar tentu saja membutuhkan kantong yang lebih tebal daripada makan di rumah. Ketika makan di luar, kita tidak hanya membayar biaya makanan, tapi juga layanan, resep, bahan makanan, proses memasak, tempat, dan pernak-pernik lainnya.

Belum lagi jika dihitung dengan biaya minuman spesial, transport, parkir, dan biaya tambahan lain. Jika makan di rumah, biaya memasak dan bahan makanan jauh lebih bisa ditekan. Pada saat yang sama, bahan makanan bisa dimanfaatkan sebaik mungkin dan tidak terbuang percuma.

5. Tidak Belajar Apapun

Belajar memasak adalah hal penting dan kita akan mendapatkan banyak skill. Sobat Sehat akan belajar bagaimana meracik makanan, memasak dalam suhu tepat, cara mengiris, mengukur kadar bumbu dan bahan makanan yang tepat dan pas, dan masih banyak lagi. Yang terpenting adalah kita dapat belajar mengontrol nutrisi dan kandungan bahan makanan dalam program diet.

Seperti, seberapa besar kalori yang terkandung, berapa jumlah lemak maksimal, bahan makanan apa yang harus dihindari atau dibutuhkan, dll. Jika makan di luar, anda dimanjakan oleh orang lain, maka makan di rumah, kita dimanjakan oleh diri sendiri. Selain itu, memasak bisa menjadi hobi dan kesenangan yang memperkaya warna hidup.

6. Tidak Senyaman Makan di Rumah

Ada banyak kenyamanan dan kebebasan yang hanya bisa dialami dan dirasakan saat makan di rumah. Sebagai contoh, kita bisa makan sambil mendengarkan musik kesukaan, berbicara bebas dengan keluarga di rumah, bebas memilih dan mengendalikan jenis makanan/minuman tertentu, dan kebebasan-kebebasan lainnya.

Intinya, Sobat Sehat bisa jauh lebih menikmati proses makan. Meski makan di luar bisa memunculkan situasi yang menyenangkan, menarik, dan istimewa, namun efeknya tidak sebanding dengan kenikmatan makan yang bisa kita ciptakan di rumah. Home Sweet Home!

7. Tidak Bisa Santai

Masih berkaitan dengan kenyamanan makan seperti poin di atas, makan di luar rumah cenderung memberikan “tekanan”. Hal ini disebabkan oleh hal-hal yang berkaitan dengan “kesopanan” (yang menurut saya terlalu mengada-ada).

Sobat Sehat harus makan tanpa suara piring berdenting, duduk dengan tegak, memegang sendok dengan benar, dan ribuan aturan lainnya. Apalagi di restoran berkelas, table manner adalah suatu kewajiban! Sementara beberapa orang bisa menikmati situasi demikian, namun tidak bagi kebanyakan orang. Di rumah, kita bebas makan dengan sikap santai, sebab tidak ada ikatan aturan yang terlalu baku. Dengan demikian, proses makan bisa lebih dinikmati tanpa tekanan apapun.

8. Lebih Banyak Godaan

Makan di luar cenderung ditemani dengan berbagai godaan yang membuat selera makan membumbung tinggi! Makanan berwarna-warni, aroma yang menggiurkan, “harga” yang menggoda, bahkan gaya hidup mewah dan gengsi kita bisa mendorong keinginan untuk makan lebih dari yang dibutuhkan.

Makan di luar pasti diiringi dengan kesiapan untuk mengeluarkan uang dan kebebasan untuk memilih jenis makanan. Jika kita kalah dengan godaan-godaan tersebut, maka pertahanan kita bisa “jebol”!

9. Kehilangan Kesan Istimewa (Spesial)

Jika makan di restoran atau tempat makan tertentu menjadi rutinitas, maka kita akan kehilangan rasa “istimewa” yang sebenarnya bisa digunakan untuk menandai peristiwa luar biasa. Semakin terbiasa, semakin kita merasa makan di luar adalah kebutuhan. Jika sudah menjadi sebuah kebutuhan, maka kita akan kehilangan kondisi spesial yang memberi kesan tersendiri di dalam hidup.

10. Waktu dan Proses Lebih Panjang

Makan di luar membutuhkan proses yang jauh lebih panjang daripada di rumah. Sebagian beranggapan makan di luar adalah solusi untuk memperpendek waktu. Ini benar jika kita terburu-buru dan membeli makanan sembarangan di jalanan.

Tapi jika Sobat Sehat makan di restoran atau tempat makan khusus, waktu dan proses yang dibutuhkan lebih panjang, dari berangkat menuju tempat makan, memesan, menunggu pesanan, makan, membayar, dan seterusnya. Mungkin terdengar sepele, tapi coba bandingkan dengan waktu yang kita bisa manfaatkan untuk belajar memasak atau proses memasak itu sendiri, atau waktu yang seharusnya bisa digunakan untuk kegiatan penting lainnya.

Bagaimana? Masih tertarik untuk makan/jajan di luar rumah? Yuk, biasakan hidup lebih sehat dengan memasak sendiri makanan kita di rumah. Boleh lah sekali-sekali makan di luar tapi lebih baik tidak keseringan ya.

Tinggalkan komentar