Tanda Utama Gangguan Kecemasan Anxiety

 

Bagi sebagian orang mungkin tidak sadar jika dirinya mengalami gangguan kecemasan (anxiety disorder). Ini karena kecemasan memiliki banyak sekali gejala. Setiap orang yang mengalami anxiety disorder mengalami gejala yang berbeda-beda dan menentukan tipe gangguan kecemasan pada masing-masing orang. 

 

Paling penting dan harus disadari adalah banyak tanda kecemasan mewujud dalam bentuk keyakinan dan pemikiran. Di sisi lain, tanda-tanda lainnya muncul dalam bentuk sensasi atau pengaruh yang bersifat fisis. 

 

Nah, gejala anxiety disorder ini biasanya muncul melalui berbagai perilaku yang dapat dilihat atau dirasakan. Kebanyakan penderita gangguan kecemasan mengalami 3 tanda utama ini, sementara beberapa lainnya hanya mengalami satu atau dua pertanda saja:

 

Tanda-tanda Fisik Terkait Kecemasan

 

Hanya ada satu kata untuk mendeskripsikan perilaku yang berkaitan dengan kecemasan: menghindar. Penderita kecemasan terus-menerus mencoba menjauh dari apa saja yang membuat diri mereka tertekan, apapun itu, dari keramaian, ular, ingatan buruk, ketinggian, hingga pekerjaan. Penderita kecemasan selalu mencoba mencari jalan keluar, bukan jalan keluar untuk menyelesaikan masalah tapi jalan keluar untuk melarikan diri.

 

Seringkali perilaku menghindar dapat meredakan kecemasan sementara waktu karena bisa membuatnya merasa lebih baik dan tenang. Akan tetapi, yang tidak disadari adalah perilaku menghindar justru mempertahankan dan mempertajam gangguan kecemasan. 

 

Contoh paling jelas dari sikap menghindar yang parah adalah bagaimana penderita bereaksi terhadap gangguan fobia (ketakutan berlebihan) yang dialaminya. Pernahkah anda mengamati orang-orang yang memiliki fobia ketinggian ketika bereaksi terhadap ketinggian? Mereka akan gemetaran, tidak berani bergerak, membeku, dan bahkan pingsan.

 

Penderita gangguan kecemasan biasanya memiliki cara-cara berpikir dan pemikiran yang berbeda dari orang kebanyakan. Ada beberapa ciri pemikiran yang dipengaruhi oleh kecemasan, cek jika anda memiliki pertanda-pertanda berikut:

 

  • Mudah terpengaruh. Kalian akan mudah terpengaruh dengan pendapat dan pemikiran orang lain. Penderita juga biasanya bergantung pada persetujuan orang lain dan hampir selalu memikirkan apa yang orang lain katakan mengenai diri kalian.
  • Seolah hidup di masa depan dan melihat hal-hal buruk selalu terjadi (berprasangka buruk). Anda terus-menerus berpikir buruk terhadap hal yang ada di masa depan dan selalu dalam posisi siaga (secara berlebihan) untuk mengalami yang terburuk.
  • Mindset membesar-besarkan masalah. Mereka yang terbiasa membesar-besarkan hal negatif yang pernah mereka alami atau terjadi di sekitar mereka sering memiliki kekhawatiran jauh lebih besar daripada kebanyakan orang.
  • Perfeksionis. Kesalahan sekecil apapun tidak dapat anda toleransi dan seolah menjadi sebuah kegagalan total.
  • Tingkat konsentrasi rendah. Penderita kecemasan seringkali mengeluh mereka tidak dapat mengkonsentrasikan pikiran. Kasus memori jangka pendek juga lazim ditemui.
  • Pikiran-pikiran yang saling berpacu di dalam kepala penderita kecemasan bergerak cepat dan saling berlomba, menciptakan kekacauan dan kekhawatiran.
  • Fokus perhatian yang kadangkala, tidak dapat dikendalikan lagi.

 

Tanda-tanda Fisik Terkait Kecemasan

 

Kombinasi respon-respon yang terjadi pada penderita kecemasan berbeda satu sama lain, namun diantaranya yang paling umum ditemui adalah:

 

  • Pusing-pusing
  • Kelelahan/Keletihan
  • Gangguan pencernaan
  • Percepatan detak jantung
  • Otot tegang atau kejang
  • Rasa sakit dan nyeri
  • Berkeringat
  • Tekanan darah melonjak

 

Tanda atau gejala di atas adalah pengaruh sementara kecemasan terhadap tubuh. Namun, jika kecemasan tidak segera ditangani dan menjadi parah, tidak menutup kemungkinan efeknya jauh lebih besar lagi terhadap kesehatan tubuh kita.

 

Tinggalkan komentar