5 Perbedaan Kredit Mobil Syariah dan Konvensional, Jangan Salah!

Memiliki kendaraan roda empat bagi sebuah keluarga semakin penting. Sarana transportasi ini dapat membuat mobilitas menjadi semakin mudah. Untuk memilikinya, Anda dapat mengajukan kredit mobil syariah yang mempunyai banyak keunggulan dibanding dengan sistem konvensional.

Salah satu pertimbangan sebelum mengajukan kredit adalah besar cicilan. Beberapa lembaga keuangan memberlakukan jumlah yang fluktuatif mengikuti perkembangan bunga pinjaman. Ini dapat menjadi masalah bagi debitur ketika pendapatannya tidak cukup untuk membayar tagihan. Sistem syariah dapat menjadi pilihan.

Kelebihan Kredit Mobil Syariah

 

Saat ini banyak leasing yang menawarkan produk syariah sebagai alternatif. Sistem ini berdasarkan pada hukum dan akad dalam agama Islam yang sudah diatur sesuai syariat. Dari beberapa segi ternyata kredit dengan sistem syariah lebih menguntungkan karena beberapa kelebihannya, yaitu:

Tidak Ada Denda

Jika Anda mengajukan kredit di lembaga konvensional, maka ketika terlambat membayar cicilan, harus membayar denda. Nominal ini akan masuk sebagai pendapatan lain-lain bagi perusahaan. Jadi semakin sering terlambat membayar kewajiban, maka institusi keuangan akan mendapat lebih banyak keuntungan.

Sedangkan jika mengajukan kredit pada lembaga syariah, penggunaan dana berbeda. Setiap keterlambatan pembayaran, debitur dipersilahkan untuk mengeluarkan sejumlah uang dan disalurkan pada lembaga Yayasan yang membutuhkan.

Bunga

Lembaga konvensional menerapkan dua jenis bunga pinjaman, yaitu tetap dan floating atau mengambang. Pada penghitungan sistem bunga tetap, margin yang menjadi kewajiban debitur selalu sama besarnya. Sedangkan pada sistem floating, dapat naik turun mengikuti perkembangan pasar.

Resikonya ketika bunga pinjaman naik dari biasanya, maka kewajiban debitur bertambah. Hal ini menimbulkan resiko tidak mampu membayar karena lebih besar dari perkiraan.

Baca juga yuk 4 cara memilih asuransi rawat jalan yang tepat

Dalam sistem syariah tidak menggunakan perjanjian dengan sistem bunga, melainkan akad mudharabah. Besarnya sama dan sudah menjadi ketetapan dari awal perjanjian sehingga total kewajiban debitur setiap bulan tidak berubah.

Sumber Dana

Pada prinsipnya ketika seseorang mengajukan kredit pembelian kendaraan, maka pihak bank menalangi terlebih dulu dan debitur mencicil setiap bulan. Berdasar sumber dananya, kredit konvensional dari bank umum.

Sedangkan jika Anda mengajukan kredit secara syariah maka dana untuk membayar kendaraan tersebut berasal dari bank Syariah. Dengan demikian terbebas dari riba dan memberikan ketenangan bagi nasabah.

Jenis Usaha dan Tujuan Penggunaan Kendaraan

Ketika ada pengajuan kredit kendaraan pihak bank Syariah melakukan penilaian usaha dan tujuan penggunaannya. Sebelum memberikan keputusan, petugas appraisal akan melihat dari undang-undang RI dan ketentuan prinsip syariah. Jika tidak bertentangan baru memberikan persetujuan.

Berbeda dengan pengajuan kredit konvensional, petugas appraisal hanya akan melihat dari sisi undang-undang RI saja. Selama tidak bertentangan dan mempunyai kemampuan untuk membayar kewajiban maka akan mendapat persetujuan.

Asuransi

Kredit kepemilikan mobil konvensional biasanya bekerja sama dengan perusahaan asuransi. Resiko kerusakan atau kehilangan akan ditransfer ke pihak asuransi sehingga lembaga keuangan sebagai penyedia dana tidak mengalami kerugian apapun ketika terjadi klaim.

Pada sistem kredit mobil syariah maka pihak leasing akan melakukan sharing resiko dengan pihak asuransi. Untuk jenisnya pun juga yang menggunakan ketentuan syariah. Debitur dapat memperoleh berbagai manfaat sesuai dengan fitur yang tersedia dalam polis asuransi.

Memilih polis asuransi mobil harus dilakukan dengan sangat berhati-hati. Jangan sampai Anda mengalami kerugian karena pihak asuransi tidak mau membayar klaim atau berbeda dengan kesepakatan. Perhatikan kredibilitas lembaga yang bekerja sama.

Untuk perlindungan maksimal, dapat membeli polis asuransi kendaraan di Lifepal. Marketplace khusus ini tidak saja menyediakan perlindungan kesehatan dan jiwa, tetapi juga kendaraan. Tersedia berbagai produk yang menguntungkan dan aman. Lindungi kendaraan Anda dengan memilih polis asuransi mobil terbaik.

19 pemikiran pada “5 Perbedaan Kredit Mobil Syariah dan Konvensional, Jangan Salah!”

  1. Saya belum pernah kredit mobil karena belinya dulu tunai, bisa jadi insight ini, kredit mobil syariah. Tapi kalau polis asuransi mobil selalu punya. Memang, mesti teliti pilihnya, biar enggak rugi karena pihak asuransi tidak mau membayar klaim atau berbeda dengan kesepakatan. Saat ini lagi kejadian, saat mudik mobil ditabrak belakang, jadi balik Jakarta masuk bengkel mau klaim asuransi, sampai kini belum keluar SPK huhu..Coba cek Lifepal nanti, biar kalau habis ganti ini

    Balas
  2. Insyaa Allah tajuk ini bisa masuk dalam rancangan usaha yang akan aku jalani,
    Makasih, mbaa, udah share berita ini 🤗

    Balas
  3. Harus belajar banyak dan memahami sebelum menentukan pilihan kredit ya mba. Saat ini kredit mobil syariah banyak dilirik orang karena semua terlihat lebih jelas hitungannya sejak dari awal sampai akhir masa kredit.

    Balas
  4. Alhamdulillah, kini semakin banyak akad keuangan yang menggunakan syariah.
    Ini akan membuat semakin berkah dan semakin memudahkan bagi pembeli.
    Mantap memilih asuransi syariah.

    Balas
  5. Adik saya kerja di perusahaan jual beli mobil juga, sampai hingung dia perihal hasil yang dia dapat itu ada ribanya apa enggak. Alhamdulillah sekarang banyak yang memikirkan perihal kehalalan usahanya

    Balas
  6. sebagai muslim memang sebaiknya menggunakan sistem syariah ya, mbak biar lebih berkah jual belinya. alhamdulillah nih kalau sudah banyak lembaga yang bisa kredit mobil syariah ini

    Balas

Tinggalkan komentar