Mengenal Penyakit Hepatitis A dari Situs SehatQ.com

Pernah kah teman-teman membaca berita tentang merebaknya kasus Hepatitis A pada tahun 2019?

By the way, saya sih lupa pernah baca apa enggak yang jelas saya kurang begitu paham dengan penyakit yang katanya menyerang hati ini. Ya, yang saya tahu Hepatitis A adalah penyakit kuning tapi masih bisa disembuhkan.

Ibu saya pernah cerita kalau almarhum kakek (bapaknya ibu) pernah terkena penyakit kuning. Ketika itu ibu tidak tahu kalau penyakit kuning adalah hepatitis. Beruntung kakek saya masih bisa sembuh karena dirawat ibu dengan diberi makanan sehat, berjemur setiap hari, dan minum jamu dari kunyit yang dibuat sendiri oleh ibu.

Mungkin kakek saya terkena hepatitis A yang lebih mudah disembuhkan daripada hepatitis lainnya. Sobat Sehat sudah tahu kan kalau penyakit hepatitis ada banyak macamnya? Seperti hepatitis A, B, C, D, E, hepatitis alkoholik, hepatitis autoimun, dan yang lainnya. Info penyakit yang lebih lengkap bisa banget Sobat baca di SehatQ.com ya.

Nah, pada tulisan saya kali ini tidak akan membahas semua jenis hepatitis ya, Sobat Sehat ^_^ Saya mengetahui penyakit hepatitis A ini dari SehatQ.com yang merupakan situs kesehatan yang cukup lengkap.

Apakah Penyakit Hepatitis A Berbahaya?

penyakit hepatitis a

Sesuai namanya, penyakit Hepatitis A merupakan penyakit radang organ hati yang disebabkan oleh virus Hepatitis A. Kebanyakan penderita adalah anak-anak, akan tetapi tidak menutup kemungkinan segala usia mengalaminya. Jadi, harus tetap waspada ya Sobat Sehat.

Hepatitis A akan membuat kerusakan fungsi pada organ hati. Satu dari sepuluh anak-anak yang terkena Hepatitis A juga akan mengalami penyakit kuning. Bagi penderita Hepatitis A lanjut usia, kecacatan permanen pada organ hati akan membuat fungsi hati berhenti tiba-tiba. Serem ya!

Sehingga bisa dikatakan jika penyakit hepatitis A itu berbahaya jika tidak segera ditangani ya Sobat Sehat.

Penularan Hepatitis A Melalui Apa Saja?

Sobat Sehat perlu tahu jika virus hepatitis A ini mudah menyebar. Penyebaran utamanya adalah dengan cara mengonsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi feses pengidap.

Selain cara itu, beberapa hal yang juga bersiko menularkan penyakit Hepatitis A adalah sanitasi lingkungan yang buruk, menggunakan jarum suntik bekas penderita, berhubungan intim dengan penderita (terutama dengan anal seks), berhubungan badan sesama pria, dan  tinggal bersama dengan penderita.

Penyebab lainnya adalah berbagi peralatan makan dengan penderita, berkerja di area yang berhubungan dengan kotoran, dan tinggal di daerah banyak terjadi wabah virus Hepatitis A.

Bagaimana Gejala Penyakit Hepatitis A?

Pada mulanya, penyakit Hepatitis A memang tidak menimbulkan gejala berarti sehingga sering sekali diabaikan oleh penderita. Gejala ini muncul 4 minggu setelah terinfeksi virus dan kebanyakan dirasakan oleh anak-anak daripada orang dewasa. Karena itulah kemudian gejala Hepatitis A kurang disadari.

Gejala awal biasanya ditandai dengan biduran atau gatal-gatal pada kulit, demam ringan (biasanya tidak lebih dari 39° C), mengalami diare, nyeri pada perut bagian kanan atas, hilang nafsu makan, dan juga kelelahan serta merasa lemas-letih.

Jika tidak segera tertolong gejala akan berlanjut ke kulit dan bagian putih mata terlihat menguning, mual dan muntah-muntah, nyeri sendi dan otot, mengalami ruam, sakit kepala, sakit tenggorokan, batuk, tinja pucat atau abu-abu, dan urine yang berwarna gelap kecoklatan.

Apa yang harus dilakukan jika sudah merasakan gejala?

penyakit hepatitis a

Nah, jika Sobat Sehat merasakan gejala yang saya sebutkan sebelumnya, segera berkonsultasilah kepada dokter.  Virus ini kemudian akan dideteksi dengan melakukan tes sempel darah. Jika dalam tes sempel darah hasilnya reaksi antibody positif, maka kamu juga positif menderita hepatitis A. Pihak rumah sakit akan melakukan pemeriksaan pada organ hati. Pemeriksaan ini juga melihat fungsi organ hati.

Jangan sampai terlambat memeriksakan diri ke dokter ya Sobat, karena penyakit hepatitis A bisa juga menjadi penyakit komplikasi. Penderita Hepatitis A kemungkinan besar bisa mengalami gangguan hati kronis.

Gagal hati beresiko pada penderita lanjut usia atau pernah memiliki riwayat penyakit liver kronis sebelumnya. Selain itu, bagi pendertia hepatitis yang sedang hamil akan dapat menyebabkan kelahiran prematur, ketuban pecah dini, dan solusio plasenta. Namun masih beruntung Hepatitis A tidak menular ke calon bayi.

Bagaimana Pencegahan Hepatitis A?

Langkah awal yang harus dilakukan sejak dini adalah mendapatkan vaksinasi hepatitis A. Namun sayangnya di Indonesia vaksinasi Hepatitis A bukan imunisasi wajib. Akan tetapi vaksiniasi dapat dilakukan mandiri dengan interval 6-12 bulan. Selain melakukan vaksinasi, beberapa cara lain juga dianjurkan untuk pencegahan.

Seperti selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, menjaga kebersihan barang-barang pribadi apalagi peralatan makanan dan peralatan mandi, dan mengkonsumsi makanan yang telah dimasak dengan baik.

Bagaimana Pengobatan Hepatitis A?

Pada dasarnya virus ini akan hilang dengan sendirinya karena dilawan sistem kekebalan tubuh. Penanganan penderita hanya untuk meringankan gejala-gejala yang ditimbulkan virus ini. Penderita perlu beristirahat total baik di rumah maupun di rumah sakit. Hilangnya nafsu makan disebabkan penderita sering mual bahkan muntah. Oleh karena itu penderita Hepatitis A diminta untuk makan sedikit tapi sering. Mengkonsumi makanan dan minuman yang tinggi gizi. Mengkonsumsi obat sesuai resep yang telah dianjurkan oleh dokter.

Nah, kalau teman-teman ingin tahu lebih banyak tentang

 

 

 

Tinggalkan komentar